...
Skip links

Membangun Praktik Welas Diri Sadar: Cara Ampuh Mengurangi Stres dan Kecemasan

Daftar Isi

Di dunia yang serba cepat saat ini yang dipenuhi dengan stres, menyisihkan waktu untuk ketenangan dan kebaikan pada diri sendiri bisa terasa seperti tantangan yang menakutkan. Banyak dari kita cenderung fokus pada kekurangan yang kita anggap, sering kali mencela diri sendiri ketika tidak memenuhi ekspektasi tinggi kita. Kecenderungan self-critical ini dapat meningkatkan stres dan kecemasan. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa mengadopsi praktik belas kasih pada diri sendiri dengan penuh perhatian dapat membantu mengelola emosi negatif ini dan mengembangkan pandangan mental yang lebih sehat.

Memahami Belas Kasih pada Diri Sendiri

Konsep belas kasih pada diri sendiri sebagian besar dikembangkan oleh Dr. Kristin Neff, tokoh terkenal di bidang ini. Belas kasih pada diri sendiri melibatkan memperlakukan diri Anda dengan kebaikan, perhatian, dan pengertian yang sama sebagaimana Anda akan memberi teman. Neff mengidentifikasi tiga komponen dasar dari belas kasih pada diri sendiri:

  • Kebaikan pada Diri Sendiri: Bersikap lembut dan pengertian terhadap diri Anda sendiri di saat kegagalan atau ketidakcukupan daripada bersikap kritis secara keras.
  • Kemanusiaan Bersama: Mengenali bahwa setiap orang memiliki perjuangan yang sama, dan penderitaan adalah pengalaman manusia universal.
  • Mindfulness: Mempertahankan kesadaran yang seimbang atas emosi Anda, memungkinkan Anda untuk menahan perasaan menyakitkan Anda tanpa terlalu terikat padanya.

Ilmu Pengetahuan di Balik Belas Kasih pada Diri Sendiri

Penelitian tentang belas kasih pada diri sendiri telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Misalnya, sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan di jurnal Self and Identity menemukan bahwa individu dengan belas kasih pada diri sendiri yang lebih tinggi menikmati kesehatan psikologis dan ketahanan yang lebih baik (Neff & Vonk, 2011). Meta-analisis oleh MacBeth dan Gumley (2012) menegaskan temuan ini, menunjukkan hubungan kuat antara belas kasih pada diri sendiri dan penurunan kecemasan serta depresi.

Studi Neff menunjukkan bahwa mereka yang mempraktikkan belas kasih pada diri sendiri mengalami kepuasan hidup yang lebih besar, memiliki intelijen emosional yang lebih tinggi, dan lebih terhubung secara sosial. Mereka juga lebih cenderung terlibat dalam perilaku yang mendukung kesehatan seperti berolahraga secara teratur dan makan sehat.

Peran Mindfulness dalam Belas Kasih pada Diri Sendiri

Mindfulness, aspek penting dari belas kasih pada diri sendiri, mendorong kesadaran saat ini tanpa penilaian. Ini berarti mengamati pikiran dan perasaan Anda tanpa melabeli mereka sebagai baik atau buruk. Dengan mengadopsi pendekatan non-reaktif ini, Anda meningkatkan kesadaran diri dan penerimaan.

Banyak studi telah menunjukkan bahwa mindfulness efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan. Misalnya, sebuah studi tahun 2010 dalam jurnal Emotion melaporkan bahwa individu yang berpartisipasi dalam program pengurangan stres berbasis mindfulness selama delapan minggu mengalami penurunan signifikan dalam gejala kecemasan dan depresi (Hofmann et al., 2010).

Menerapkan Praktik Belas Kasih pada Diri Sendiri dengan Penuh Perhatian

Mengadopsi praktik belas kasih pada diri sendiri dengan penuh perhatian memerlukan komitmen dan konsistensi. Pertimbangkan strategi berikut untuk mengintegrasikan praktik ini ke dalam kehidupan sehari-hari Anda:

1. Meditasi Belas Kasih pada Diri Sendiri

Meditasi dapat secara signifikan meningkatkan belas kasih pada diri sendiri. Dr. Kristin Neff dan Dr. Christopher Germer menawarkan panduan mediasi yang dirancang untuk tujuan ini. Panduan ini sering kali melibatkan pengulangan frasa kebaikan dan penerimaan, seperti “Semoga saya berbuat baik pada diri saya” atau “Semoga saya menerima diri saya apa adanya.”

Meditasi rutin dapat membantu mengubah otak Anda untuk menghadapi kesulitan dengan belas kasih daripada kritik. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam Psychological Science menemukan bahwa peserta yang mempraktikkan meditasi kasih-sayang selama enam minggu menunjukkan peningkatan emosi positif dan penurunan gejala depresi serta kecemasan (Fredrickson et al., 2013).

2. Kesadaran Diri Mindful

Kesadaran diri mindful melibatkan pengamatan pikiran dan emosi Anda dengan keterbukaan. Ketika muncul pikiran kritis terhadap diri, berhentilah dan amati tanpa penilaian. Renungkanlah:

  • Bagaimana perasaan saya saat ini?
  • Apa yang saya katakan pada diri sendiri?
  • Apakah ada cara yang lebih penuh kasih untuk merespons?

Dengan mengenali pola-pola kritis ini, Anda dapat mulai menggantinya dengan pemikiran yang lebih mendukung.

3. Menulis Jurnal untuk Belas Kasih pada Diri Sendiri

Menulis jurnal adalah cara yang baik untuk memproses emosi dan meningkatkan belas kasih pada diri sendiri. Luangkan waktu setiap hari untuk menulis tentang pengalaman Anda, dengan fokus pada kebaikan pada diri sendiri. Pertimbangkan untuk merenungkan:

  • Apa tiga hal yang saya hargai tentang diri saya hari ini?
  • Bagaimana saya dapat lebih lembut pada diri sendiri saat ini?
  • Apa yang akan saya katakan pada teman yang menghadapi situasi yang sama?

Penelitian mendukung manfaat kesehatan mental dari menulis ekspresif. Sebuah studi dalam Journal of Research in Personality menemukan bahwa menulis jurnal belas kasih pada diri sendiri meningkatkan emosi positif dan mengurangi kecemasan (Pennebaker & Chung, 2007).

4. Pemindaian Tubuh dengan Belas Kasih

Pemindaian tubuh dengan belas kasih melibatkan pengamatan secara mindful pada setiap bagian tubuh Anda, memperhatikan ketegangan atau ketidaknyamanan, dan mengirimkan belas kasih ke area tersebut. Praktik ini mempromosikan hubungan dengan fisik Anda dan dapat menghilangkan ketegangan terkait stres.

Sebuah studi dalam Clinical Psychology Review melaporkan bahwa meditasi pemindaian tubuh mengurangi stres dan meningkatkan regulasi emosi (Khoury et al., 2015). Praktik rutin ini mendorong hubungan yang lebih penuh kasih dengan tubuh Anda.

5. Mengembangkan Mantra Belas Kasih pada Diri Sendiri

Buatlah mantra pribadi sebagai pengingat untuk bersikap baik pada diri sendiri selama masa sulit. Pilihlah frasa yang beresonansi dengan Anda, ulangi ketika Anda memperhatikan pikiran kritis terhadap diri. Contohnya termasuk:

  • “Saya cukup apa adanya.”
  • “Saya layak mendapatkan cinta dan kebaikan.”
  • “Adalah manusia untuk membuat kesalahan.”

6. Melakukan Tindakan Perawatan Diri

Perawatan diri adalah penting untuk kesejahteraan mental dan mengembangkan belas kasih pada diri sendiri. Identifikasi kegiatan yang menyegarkan Anda dengan sukacita, seperti membaca, berlatih yoga, atau menghabiskan waktu di alam. Jadikan kegiatan ini sebagai prioritas untuk mengasuh tubuh dan pikiran Anda.

7. Mencari Dukungan Profesional

Jika belas kasih pada diri sendiri terbukti menantang, cari dukungan dari profesional kesehatan mental. Terapis yang terlatih dalam terapi berfokus pada belas kasih, seperti Terapi Berfokus pada Belas Kasih (CFT), dapat memberikan panduan saat Anda mengembangkan praktik Anda.

Manfaat dari Praktik Belas Kasih pada Diri Sendiri dengan Penuh Perhatian

Mengembangkan praktik belas kasih pada diri sendiri dengan penuh perhatian menghasilkan banyak manfaat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan:

1. Pengurangan Stres dan Kecemasan

Salah satu manfaat signifikan dari belas kasih pada diri sendiri adalah kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan. Dengan memperlakukan diri sendiri dengan baik, Anda menciptakan lingkungan internal yang mendorong relaksasi dan mengurangi stresor.

Sebuah studi dalam Journal of Clinical Psychology menemukan bahwa pelatihan belas kasih pada diri sendiri secara signifikan menurunkan stres dan kecemasan di antara peserta (Smeets et al., 2014). Peserta juga melaporkan peningkatan ketahanan dan regulasi emosi.

2. Peningkatan Ketahanan Emosional

Belas kasih pada diri sendiri memperkuat ketahanan emosional dengan menahan emosi negatif. Mendekati emosi dengan belas kasih mempersenjatai Anda untuk menghadapi tantangan dan kemunduran lebih efektif.

Penelitian dalam jurnal Emotion menunjukkan bahwa individu dengan tingkat belas kasih pada diri sendiri yang lebih tinggi cenderung menggunakan strategi koping adaptif dan mengatasi kesulitan (Neff, Kirkpatrick, & Rude, 2007).

3. Peningkatan Hubungan

Mempraktikkan belas kasih pada diri sendiri meningkatkan hubungan dengan orang lain. Dengan memperlakukan diri sendiri dengan baik, Anda lebih cenderung memberi kebaikan yang sama kepada orang lain dan menetapkan batasan yang sehat.

Sebuah studi dalam Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa orang dengan belas kasih pada diri sendiri yang lebih besar melaporkan lebih banyak kepuasan hubungan dan pemaafan terhadap pasangan mereka (Neff & Beretvas, 2013).

4. Kesejahteraan Secara Keseluruhan yang Lebih Besar

Belas kasih pada diri sendiri berhubungan dengan aspek kesejahteraan seperti peningkatan kebahagiaan, kepuasan hidup, dan harga diri. Dengan mempraktikkan belas kasih pada diri sendiri, Anda mengembangkan citra diri yang positif dan kepuasan.

Siap mengubah hidup Anda? Instal sekarang ↴


Bergabunglah dengan 1 juta+ orang yang menggunakan alat berbasis AI dari Hapday untuk kesehatan mental, kebiasaan, dan kebahagiaan yang lebih baik. 90% pengguna melaporkan perubahan positif dalam 2 minggu.

Leave a comment

Pindai kode QR untuk mengunduh aplikasi